Merdeka.com, Malang – Proposal bertema mark up kegiatan kampus dan titip absen memenangi Festival Integritas Kampus (FIK 2016) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Universitas Brawijaya (UB) Malang. Sebanyak 42 proposal diajukan, dan tiga proposal dipilih sebagai pemenangnya setelah melalui proses seleksi.

FIK 2016 sendiri merupakan upaya KPK melibatkan Perguruan Tinggi (PT) dalam upaya menciptakan perubahan sosial, khususnya di lingkungan kampus. Lewat tema ‘Buat Jejak Masa Depanmu’, KPK mendorong mahasiswa melakukan kampanye untuk merespons persoalan seputar anti korupsi.

Sehingga lewat kegiatan tersebut akan lebih banyak mahasiswa yang terpapar isu integritas dan menjadi dasar kesadaran untuk melakukan perubahan nyata.

“Sekaligus agar mahasiswa bisa memanfaatkan untuk implementasi keilmuannya secara positif,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Universitas Brawijaya (UB) Malang, rabu (30/11).

FIK 2016 sebelumnya digelar di Semarang dan Yogyakarta dengan menggandeng FISIP Universitas Diponegoro dan Universitas Atmajaya Yogyakarta. Pelaksanaan di Malang menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (UB) Malang.

KPK telah menerima sekitar 90 proposal dari tiga lokasi festival dengan tiga pemenang di setiap kota. Sementara 42 proposal dijaring dari pelaksanaan Festival di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Sepuluh proposal diambil sebagai finalis, sebelum kemudian diseleksi enam proposal. Tahap akhir dipilih tiga pemenang. Setiap proposal akan melalui tahap akurasi, pitching, implementasi dan monitoring serta evaluasi akhir.

Saut mengatakan, pemberantasan korupsi akan berhasil jika masyarakat terlibat dan berperan aktif dalam gerakan antikorupsi. Semua elemen masyarakat harus terlibat, tanpa terkecuali, termasuk kampus yang merupakan sumber intelektualitas.

Proposal yang masuk di antaranya bertema kegiatan mahasiswa seperti Malu Mark up, Ucap Malu Cap Palsu, Proposal Jujur dan Laporan Pertanggungjawaban Anti Korupsi. Selain itu juga tema kedisiplinan seperti Jaket Koruptor Waktu, Menolak Titip Absen, Kurir Absen.

Selain itu juga tema kejujuran dan antiplagiat, seperti Honesty for Parent, Mari Ngopi Bukan Copy, Proud to be Me, Jujur Ora Ajur, Anti Korupsi Informasi, Polusi Suara dan Gerakan membaca koran.

“Gerakan korupsi yang digagas mahasiswa akan memberikan efek samping positif, yakni integritas para mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya,” tegasnya.

sumber: Merdeka

SIMPLE SIDE TAB