SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Hasil penelitian Penggunaan Nilai-Nilai Lokal dalam Perumusan Model Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Jumlah Akseptor KB: Studi Kasus di Kelurahan Kotalama Malang yang dilakukan oleh mahasiswa Fisip Universitas Brawijaya (UB) Malang diseminasikan (disebarkan) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Kamis (10/8/2017) sore.
Ini merupakan penelitian tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi bernama Gravita Alga Biantara, Nadiya Tri Permatasari, dan Dian Septialiana. Semuanya mahasiswa angkatan 2015.
“Kami memilih Dinkes karena ingin penelitian kami menyebar luas dan memberi manfaatnya,” kata Yun Fitrahyati Laturrakhmi, dosen pembimbing mereka di acara itu.

Meski KB bukan ranah Dinkes, namun para staf Dinkes yang hadir memberikan masukan ke mereka. “Saya sarankan juga diseminasi ke DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana),” tutur Linda Desriwati, Kabid Kesehatan Masyarakat saat memberi tanggapan.
Staf lain juga menyarankan agar nanti ada penelitian lagi ketika model komunikasi yang disarankan mahasiswa UB itu dilaksanakan. Misalkan apakah ada dampaknya.
“Ya..mungkin penelitian berikutnya. Yang saat ini masih penelitian model komunikasinya,” tutur Gravita.
Dalam paparannya, mereka menjelaskan mengapa memilih studi kasus di Kotalama yang akseptor KB-nya masih rendah. Sehingga mereka berpikiran perlu pembenahan metode komunikasinya agar bisa meningkatkan akseptor KB-nya. Untuk penelitian ini, mereka menyebarkan kuisioner ke warga.
Alasan tidak ber KB beragam. Ada yang karena larangan dari suami dan orangtua, takut efek samping serta tidak ada keuntungan didapat dari KB. Dalam penelitian itu, mereka mengindentifikasi ada dua kelompok masyarakat yang tertarik program KB dan tidak tertarik.
Untuk itu, mereka memberikan rekomendasi pada pentingnya melibatkan jaringan sosial keagamaan serta penggunaan strategi promosi yang berbeda untuk karakteristik masyarakat yang berbeda.
Perbedaan karakteristik juga membawa pada kemasan pesan yang berbeda pula. Dalam hal kemasan pesan, peneliti merekomendasikan agar pesan KB tidak disampaikan dalam isu tunggal seperti yang sudah banyak berlaku saat ini.
Soal saran diseminasi ke DP3AP2KB menurut Gravita akan dikonsultasikan ke dosen pembimbing.
“Kami juga baru pulang dari karantina untuk Pimnas di Pujon mulai 8 Agustus sampai selesai tadi, 10 Agustus. Namun saya senang bisa diseminasi di dinkes karena makin memperkaya wawasan kita nanti saat pimnas,” kata dia.

Sumber: Surya Malang

SIMPLE SIDE TAB