Description: D:\gambar\INTERNATIONAL CONFERENCE KHON KAEN THAILAND\DSCF2234.JPG

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya telah pulang kembali ke Indonesia dengan penuh kebanggaan. Pasalnya Dhinar Aji Pratomo merupakan salah satu presenter dalam Internationeal Conference on Public Administration di Khon Kaen University Thailand. Pada acara ini, Dhinar mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul The Role of Corruption Television as A Medium Construction and Cultivation of Anti-Corruption Education In Indonesia. Penelitian tersebut merupakan gagasan tentang pembuatan channel televise yang khusus menayangkan program bernuansa semangat anti korupsi. Hal ini dikarenakan, menurut DeFleur dan Dennis (dalam Badjuri, 2010) di Amerika Serikat 98% rumah tangga memiliki pesawat televisi, dan bahkan 50% diantaranya memiliki lebih dari satu pesawat. Hasil Susenas 1998 dan 2000 memperlihatkan kecenderungan masyarakat Indonesia dalam mendengarkan radio, menonton televisi, dan membaca surat kabar. Rata-rata secara nasional, waktu mendengarkan radio ada penurunan dari 62,7% (1998) menjadi 43,3%, menonton televisi dari 79,8% turun menjadi 78,9%, dan membaca surat kabar dari 25,8% pada tahun 1998 turun, tinggal 17% pada tahun 2000. Kemudian dari sejumlah survey yang dilakukan secara terpisah oleh lembaga yang berbeda selama 2005-2006 diketahui bahwa kecenderungan menonton televisi telah meningkat rata-rata di atas 80%, sedangkan kegiatan membaca koran semakin rendah, demikian pula kegiatan mendengarkan radio (Badjuri, 2010). Selain itu, seperti yang termaktub pada teori Kultivasi yang dikemukakan oleh George Gebner yang mengasumsikan televisi menekankan pengaruh televisi yang sangat kuat terhadap pembentukan persepsi publik yang pada akhirnya melahirkan konstruksi sosial (Miller, 2002). Hal inilah yang mendasari Dhinar membuat gagasan untuk membuat channel khusus yang didasarkan atas semangat anti korupsi, namun tetap mengadopsi konten program yang diminati masyarakat Indonesia.

Konferensi Internasional yang diselenggarakan pada 28-29 Agustus 2014, mengambil 20 presenter yang diperoleh dari seleksi pengiriman abstrak. “Sungguh kesempatan yang luar biasa dapat mempresentasikan penelitian saya didepan partisipan lain yang berasal dari berbagai negara. Saya merupakan presenter yang termuda pada saat itu, karena kebanyakan dari mereka adalah dosen dan tidak sedikit yang sudah menyandang sebagai guru besar. Namun, saya berusaha mempresentasikan karya saya dengan maksimal dan penuh percaya diri. Tidak lupa, saya juga mengucapkan terimakasih kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya yang telah mendukung baik materi maupun non materi, serta terhadap Bapak/ Ibu Dosen terutama Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB yang telah membimbing saya dan menyelesaikan penelitian ini.” kata Dhinar

SIMPLE SIDE TAB