Aliansi Jurnalis Independen dan Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya dengan didukung Ford Foundation telah menggelar beberapa Training New Media tahun lalu. Training ini diikuti 25 orang terdiri dari jurnalis, redaksi, dan pegiat blog. Selain itu, training juga diikuti para pengajar mata kuliah jurnalistik online di beberapa perguruan tinggi. Training New Media tersebut juga mempertemukan praktisi dengan kalangan akademisi. Terjadi pergulatan antara “orang lapangan” yang menonjolkan praktik dengan pengajar di ruang kuliah yang lebih menonjolkan teori-teori. Apalagi, mata kuliah jurnalistik online juga tergolong sebagai mata kuliah yang baru. Perkembangan teknologi dan informasi melalui media internet yang pesat mendorong kalangan kampus untuk memberi pengajaran jurnalistik online terhadap para mahasiswa jurusan ilmu komunikasi. AJI melihat persoalan etika di media online sangat kompleks. Sejumlah pelanggaran kode etik bermunculan, mulai dari soal ketidakberimbangan, tidak menyembunyikan identitas korban kejahatan susila, dan tindakan penghapusan berita tanpa ada penjelasan.

Dewan Pers bahkan menerima laporan persoalan etika jurnalistik di media online lebih banyak daripada media elektronik lain seperti televisi. Namun media cetak masih mendominasi laporan dugaan kesalahan etika dalam pemberitaan yakni mencapai 58 persen. Meski masih kalah oleh cetak, tren pengaduan terkait pemberitaan media online meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dewan Pers mencatat kategori pelanggaran terbanyak di media online terkait berita yang tidak berimbang. Tahun 2011, dari 64 pelanggaran yang dilakukan media online, 30 di antaranya adalah terkait berita yang tidak berimbang. Kemudian menyusul berita yang tidak akurat, berprasangka SARA, tidak menyembunyikan identitas korban kejahatan susila, tidak konfirmasi dan lain-lain. Problem lain terkait user generated content. Dewan Pers mendapat laporan sejumlah komentar pembaca atas berita yang bias atau kasar tanpa moderasi. Kondisi tersebut yang mendasari AJI untuk masuk ke dalam penguatan etika dan kapasitas media Online di Indonesia.  Melalui program ini, AJI mengajak kampus-kampus di Malang merumuskan bersama bagaimana mata kuliah jurnalistik online agar juga menekankan pada persoalan etika. Selain itu, AJI memandang silabus mata kuliah jurnalistik online dirasa belum disusun secara komprehensip. Silabus mata kuliah jurnalistik online hanya dibuat oleh pengajarnya saja. Sehingga, boleh jadi silabus tersebut belum diperkaya antara teori dan praktek. Padahal, penggabungan teori dan praktek itu merupakan sebuah keniscayaan. Sebab, teori tanpa praktik hanya akan membuat mahasiswa di menara gading. Sebaliknya, praktik tanpa teori bagai mobil tanpa lampu yang berjalan di malam hari.

Dari beberapa persoalan di atas, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang bersama Universitas Brawijaya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 13 Februari 2014 dengan peserta perwakilan dosen ilmu komunikasi di beberapa kampus seperti Universitas Brawijaya Malang, Universitas Merdeka Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Trubuana Tungga Dewi Malang. Sebagai tindak lanjut FGD, AJI Malang akan menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) dengan maksud untuk membekali para dosen ilmu komunikasi terutama yang mengajar mata kuliah jurnalistik online. Peserta Training of Trainer adalah dosen komunikasi dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka Malang, dan Universitas Tribuana Tungga Dewi Malang. Kegiatan ini diselenggarakan AJI Malang dengan didukung penuh Ford Foundation. ToT diselenggarakan pada, sabtu dan Minggu, 22 dan 23 Februari 2014 Hotel Montana, Jalan Kahuripan 9 Kota Malang, Pukul  08.00 – 17.00 WIB. Total sebanyak 25 dosen yang mengikuti acara ini. Acara ini bertujuan memperdalam masalah media online dalam rangka mengetahui kebutuhan kampus terhadap mata kuliah jurnalistik online. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong dosen ilmu komunikasi dalam menerapkan mata kuliah jurnalistik online.  Selain itu diharapkan lahir rencana kerja untuk penerapan mata kuliah jurnalistik online dengan modul silabus yang disusun AJI sebagai bahan referensi.

 

Sumber: AJI Malang dan Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya.

SIMPLE SIDE TAB