Mata kuliah Komunikasi Visual pada jam pertama di hari Senin, dirasa berbeda oleh sepuluh mahasiswa berkostum ala korea. Hari itu mereka akan mempresentasikan negara Korea Selatan melalui hal yang menggambarkan Korea, seperti pakaian tradisional dan ala K-Pop, Samyang asli Korea, produk-produk kecantikan Korea, serta lagu Korea. Berdasarkan lima kelompok negara yang sudah dihadirkan, dosen pengampu mata kuliah tersebut, Arif Budi Prasetya, menyebutkan bahwa negara yang paling bisa dirasakan representasinya adalah Korea Selatan

Suasa kelas yang berbeda diciptakan Arif dalam mata kuliah yang diampunya. Komunikasi Visual merupakan Mata kuliah yang membahas mengenai representasi makna terhadap objek visual. Menurut Arif, kedalaman empiris Komunikasi Visual tidak akan diperoleh jika hanya berkutat pada slide materi tanpa diimplementasikan dalam bentuk nyata.

Selain itu, konstruksi penandaan bersifat abstrak, tetapi harus diwujudkan, sehingga upaya tersebut diharapkan mampu membuat mahasiswa lebih memahami suatu negara. “Bukan dalam bentuk tugas paper atau projek, tetapi bagaimana itu bisa menyatu dengan perilaku kita, bisa merasakan langsung”, tambah Arif.

Arif berharap, dengan mengenakan kostum suatu negara akan membuat mahasiswa dapat merasa menjadi bagian dari negara tersebut, sehingga pengetahuan-pengetahuan yang mereka dapat tidak hanya sekadara dari internet, tapi mereka bisa merasakannya sendiri.  “Tugas pengajar tidak hanya menyampaikan materi, tetapi bagaimana memahamkan mahasiwa. Tidak dengan dicekoki materi, tetapi biarkan mahasiswa berkereasi menjalankan pemahaman mereka tetnang materi dengan baik,” tutur Arif. (Charisma/HUMAS FISIP)

Sumber

SIMPLE SIDE TAB