Kanyaka

AIESEC Global Youth Ambassador Program adalah sebuah program pertukaran pelajar untuk mahasiswa melalui organisasi AIESEC. Program ini diperuntukkan untuk individu yang ingin menginginkan suatu perubahan positif bagi dirinya sendiri dan lingkungan disekitarnya.  Sebelum keberangkatan, individu dapat memilih negara mana yang ingin dituju dan global issues apa yang disukai. Kanyaka Ratnaveda merupakan mahasiswa yang berkesempatan mengikuti program ini. Tulisan ini berusaha menceritakan pengalamannya selama di Taiwan dengan global issues terkait dengan children, education, dan culture. Ia mengerjakan project Explore Colorful Culture, dengan durasi 5 minggu mulai dari tanggal 10 Februari – 13 Maret 2014. Berikut cerita Kanyaka tentang program yang ia ikuti,

Project ini dilaksanakan di You-Che Elementary School (YCES) di Yunlin County, Taiwan. Tugas saya adalah untuk turun langsung ke siswa-siswi di YCES dan berinteraksi dengan mereka. Hal ini dimaksudkan agar para siswa-siswi memiliki inisiatif dan keberanian untuk berinteraksi dengan orang asing, sekaligus untuk melatih kemampuan bahasa Inggris mereka. Pada minggu pertama, kehadiran saya disana masih kurang dianggap, saya hanya bagaikan angin lalu untuk mereka. Mulai minggu kedua, mereka mulai berani untuk berinteraksi dengan saya. Mereka sering mengajak saya mengobrol atau bahkan bermain bola bersama pada waktu istirahat. Pada minggu terakhir, tidak sedikit yang memberikan saya surat, bahkan souvenir ketika saya hendak kembali ke Indonesia. Surat yang ditulis menggunakan bahasa Inggris, saya sangat senang ketika menerimanya, karena paling tidak mereka telah mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka selama saya disana.

Selain itu, saya juga berperan sebagai Indonesian Ambassador. Setiap harinya saya mengunjungi beberapa kelas untuk melakukan suatu presentasi tentang Indonesia. Presentasi ini terkait dengan lokasi dan peta Indonesia, mata uang, budaya, makanan khas, fauna, dan bahasa Indonesia. Sedikit dari mereka yang mengenal Indonesia. Saya sangat senang ketika mereka aktif dan bertanya tentang Indonesia. Selain presentasi, saya juga mengumpulkan gambar-gambar terkait dengan ciri khas Indonesia yang kemudian di tempel di majalah dinding sekolah.

Selama lima minggu di Taiwan, saya menetap di rumah host family, beliau adalah salah satu guru di YCES. Host family saya kurang fasih dalam berbahasa Inggris dan saya tidak bisa berbahasa Cina. Sehari-hari kami menggunakan bahasa Inggris dan Cina untuk berkomunikasi. Karena sedikit demi sedikit beliau memberitahu kosakata dalam bahasa Cina kepada saya dan saya memberitahu kosakata dalam bahasa Inggris kepada beliau. Terkadang kami juga menggunakan kamus online untuk berkomunikasi satu sama lain.

Melalui program ini juga, saya dapat mengenal banyak teman-teman baru dari Taiwan. Dan juga saya berkenalan dengan teman dari Brazil dan Morocco, mereka juga merupakan exchange participant seperti saya. Kami juga sempat melakukan plesir bersama ke ibukota Taiwan, Taipei City. Di Taipei kami mengunjungi tempat-tempat yang menjadi daya tarik wisatawan, seperti Taipei 101 Building, Longshan Temple dan Ximending Street.

Sebagai mahasiswi Ilmu Komunikasi, saya merasa bahwa saya telah membuktikan ilmu dan teori dari mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Saya benar-benar merasakan culture shock dan adaptasi. Bagaimana saya sebagai orang Indonesia, berpindah ke negara Taiwan untuk menetap selama lima minggu, sendirian, tanpa keluarga ataupun teman. Seperti kata pepatah “practice makes perfect” melalui program ini saya memiliki sebuah kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu komunikasi yang telah saya peroleh terutama dalam kajian Komunikasi Lintas Budaya.

Semakin berkembangnya teknologi, informasi dan komunikasi, maka semakin mudah bagi kita untuk berkomunikasi secara jarak jauh. Selama di Taiwan, saya memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman di Indonesia, melalui aplikasi chatting “Line” ataupun melalui Facebook. Selain itu, setiap hari saya juga mengakses website detik.com atau kompas.com untuk mengetahui berita dan kabar Indonesia, sehingga saya tidak ketinggalan berita atau isu yang sedang marak di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu kemudahan bagi masyarakat sekarang karena kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi. Dimanapun kita berada, sekarang sudah banyak cara agar kita tetap bisa keep in touch  dengan orang-orang dari negara asal kita.

SIMPLE SIDE TAB