Halaman Sampul Buku Teori Public Relations Perspektif Barat dan Lokal

Halaman Sampul Buku Teori Public Relations Perspektif Barat dan Lokal

Buku ini menawarkan hal baru di khasanah keilmuan di tanah air, khususnya kajian Public relations. Hingga saat, penulis menemukan belum ada buku yang secara spesifik mengkaji teori-teori Public relations dikaitkan dengan aplikasinya dalam riset maupun aplikasi praktis sehari-hari aktivitas Public relations. Belum adanya buku sejenis ini, dikarenakan Public relations adalah disiplin ilmu yang tergolong baru berkembang. Untuk lebih membantu pengembangan kajian teoritis dan aplikatif bidang ilmu ini, buku ini menyajikan beberapa teori khas Public relations yang amat jarang diaplikasikan di Indonesia, seperti Teori Excellence, Situational Theory of the Public maupun Situational Crisis Communication. Teori-teori ini merupakan kelompok teori khas yang dimiliki Public relations, hasil pengembangan teori-teori yang diadopsi dari bidang ilmu lainnya.

Sebagai sebuah kajian teoritis, Public relations baru berkembang dalam dua dasawarsa terakhir ini. Sebelumnya, Public relations dianggap sebagai aktivitas praktis sebagai bagian dari praktik manajemen organisasi. Perkembangan ini ditandai dengan munculnya beberapa teori khas public relations hasil riset-riset yang dilakukan oleh para akademisi. Namun, riset-riset sebagai pintu gerbang terbangunnya teori-teori penulis rasa masih perlu ditingkatkan. Public relations masih banyak menggunakan teori-teori yang diadopsi dari disiplin ilmu lainnya. Di sisi lainnya, studi tentang Public relations, khususnya di Indonesia, sudah pesat seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi. Kebutuhan variasi teori-teori merupakan keniscayaan sebagai pisau analisis aplikasi Public relations.

Buku ini mendeskripsikan beberapa teori yang dapat digunakan sebagai guide bagi Public relations dalam melaksanakan fungsi manajemen yang diembannya. Proses public relations seharusnya didasarkan pada pengetahuan ilmiah. Robinson (dikutip di Grunig & Hunt, 1984:5), misalnya, menganggap praktisi Public relations sama seperti ilmuwan dalam bidang sosial dan perilaku. Pengetahuan akan teori-teori dasar ini akan membantu Public relations untuk menjelaskan mengapa sebuah fenomena terjadi dan kemudian mampu meramalkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dari suatu tindakan (misalnya, suatu program). Teori juga membantu Public relations dalam menentukan program apa yang mesti dibuat, mengapa mesti dibuat, dan bagaimana melaksanakannya. Salah satu syarat Public relations yang baik adalah dia harus “serba tahu”. Artinya, dia harus mempunyai pengetahuan tentang kondisi perusahaan dan kondisi hubungan antara perusahaan dan publiknya. Public relations mesti berkomunikasi dengan publik dengan berbagai latar belakang sosial dan budaya. Karena itu, pengetahuan yang relevan dengan tuntutan profesi yang berkaitan dengan sosiologi, psikologi, hukum, komunikasi, bahasa, administrasi, manajemen, dan disiplin ilmu lainnya menjadi tuntutan yang mesti dimiliki.

Dalam praktik sehari-hari, Public relations dimungkinkan bertanya-tanya: “Program apa yang mesti saya buat untuk mengubah opini publik yang negatif? Mengapa opini mereka bisa negatif, meski kami telah membuat sanggahan? Bagaimana proses terbentuknya opini? Bagaimana agar pesan saya dapat efektif diterima publik? Mengapa pemberitaan media kok sering negatif? Dan masih banyak pertanyaan yang bisa muncul di benak Public relations. Dengan mempunyai pemahaman teoritis, Public relations setidaknya mempunyai pemahaman tentang hubungan antara variabel-variabel dalam peristiwa sehari-hari yang dia hadapi. Selain itu, buku ini membantu kita menjelaskan proses public relations dari bingkai teoritis.

Rachmat Kriyantono Ph.D.

Rachmat Kriyantono Ph.D.

Contohnya, jika anda ingin meningkatkan motivasi kerja karyawan, tentu akan lebih mudah jika anda memahami hubungan antara faktor-faktor yang dapat membuat seseorang rajin bekerja dengan produktivitas kerja;  jika anda ingin mengetahui bagaimana reaksi publik terhadap aktivitas perusahaan, akan lebih mudah jika anda memahami hubungan antara karakteristik publik dan jenis reaksi yang mungkin muncul; atau jika anda menginginkan program public relations dapat diterima dengan baik oleh publik, maka pengetahuan tentang proses diseminasi pesan akan sangat membantu. Pemahaman tentang hubungan antara variabel-variabel ini disebut teori.

Buku ini bermaksud mendeskripsikan teori-teori yang sering muncul dalam praktik public relations sehari-hari dan bagaimana aplikasi teori tersebut. Buku ini tidak secara khusus membedah proses perkembangan sebuah teori dan landasan filsafati sebuah teori, sehingga tidak memfokuskan bahasan tentang paradigma yang menjadi dasar pemikiran sebuah teori. Buku ini mendeskripsikan teori-teori yang relevan diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari public relations, baik itu teori-teori yang berasal dari disiplin ilmu public relations maupun teori-teori yang “dipinjam” dari ilmu sosial lainnya. Untuk memperjelas pembahasan, secara khusus saya tampilkan kasus-kasus nyata aplikasi teori dalam praktik public relations, termasuk aplikasinya dalam penelitian public relations.

 

SIMPLE SIDE TAB