IMG_20131027_153006

MALANG – Tim Pengabdian pada Masyarakat Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (UB) berbagi pengetahuan dengan praktisi humas dan media massa. Kegiatan ini diharapkan bisa menjembatani kebutuhan media dan juga instansi, sebab selama ini masih ada kendala interaksi antara keduanya.

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB, Rachmat Kriyantono, Ph.D, ada dua pandangan berbeda antara humas lembaga dan wartawan. Praktisi humas masih berpendapat bahwa wartawan lebih menyukai berita buruk karena bad news is good news, sementara wartawan memandang humas sebagai wartawan yang malas. ”Humas dipandang sulit memberikan informasi secara terbuka, terutama saat ada informasi yang kurang baik mengenai lembaganya,” ungkapnya.
Pelatihan untuk humas dan wartawan ini digelar secara bertahap, pada Sabtu kemarin pelatihan diikuti humas dari sejumlah instansi di pemerintahan daerah Malang Raya. Dan pada Minggu kemarin pelatihan wartawan diikuti perwakilan media cetak dan elektronik di Malang. Pembicara yang dihadirkan diantaranya Redaktur Senior Malang Post, Husnun N Djuraid, Ketua Perhumas Malang Raya Zulkarnain Nasution dan para dosen Komunikasi UB yang sebelumnya merupakan praktisi media. ”Dengan pelatihan dari narasumber yang hadir diharapkan bisa membantu agar kedua profesi bisa berjalan baik,” tegasnya.

Materi pada sesi pelatihan wartawan di antaranya diberikan oleh M Fikri AR dari Jurusan Komunikasi FISIP UB yang juga mantan wartawan. Fikri mengupas materi tentang mengenal kebutuhan humas. Menurutnya tugas fundamental seorang humas adalah bekerja sama dengan media. Keduanya memiliki hubungan amat erat dan saling membutuhkan. Ia berpendapat tentang pentingnya sebuah harmoni, yakni peningkatan hubungan media dan humas yang membawa keuntungan bersama yaitu efektivitas dan efisiensi kerja dengan hasil yang optimal.
Materi yang lain diberikan oleh Dyah Rahmiati dengan tema Framing Media dan Etika Jurnalistik. Dosen yang juga mantan reporter TVRI ini mengungkap pentingnya verisifikasi dalam kerja jurnalistik. ”Wartawan Bukan Pekerjaan Dewa, Tapi Kami Meletakkan Mata dan Telinga Kami Pada Anda..” kutip Dyah di akhir presentasinya. (oci/nda)

Sumber: Malang Post

SIMPLE SIDE TAB